Ciri-ciri Gejala Penyakit Gusi

Ciri-ciri Gejala Penyakit Gusi

Penyakit gusi tidak selalu menimbulkan sakit, bahkan Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang mengalaminya.

Akibatnya, Anda akan kembali meneruskan kebiasaan malas gosok gigi atau makan makanan manis yang bisa memperparah gejala penyakit gusi.

Penyakit gusi adalah salah satu masalah gigi dan mulut yang sering diabaikan.

Penyakit gusi sebagian besar disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk.

Ketika Anda malas menggosok gigi dan sering makan makanan manis, bakteri pun lebih mudah tumbuh dan berkembang menjadi plak.

Akibatnya, bakteri akan menginfeksi gusi secara perlahan dan merusak gigi.

Selain karena malas gosok gigi, penyakit gusi dapat diperparah oleh kebiasaan merokok.

Bahkan, merokok bisa membuat pengobatan penyakit gusi menjadi tidak efektif.

Pada beberapa kondisi, Anda menjadi lebih rentan terkena penyakit gusi saat mengidap diabetes, minum obat-obatan tertentu, mengalami perubahan hormon pada wanita, dan karena faktor genetik.

Dilansir dari NHS UK, gusi yang sehat adalah gusi yang berwarna merah muda, kencang, dan menjadi tempat gigi menancap dengan kuat.

Gusi yang sehat tentu tidak akan mudah berdarah bila terkena gesekan sikat gigi.

Karena itu, perhatikan setiap tanda dan gejala penyakit gusi yang mungkin terjadi pada Anda.

Gejala penyakit gusi

Gejala penyakit gusi yang paling umum adalah gusi bengkak, kemerahan, sampai mengalami perdarahan.

Bila dibiarkan, gejala penyakit gusi akan berkembang menjadi periodontitis hingga penyakit gusi akut.

Tahapan awal penyakit gusi disebut dengan gingivitis.

Gingivitis bersifat reversibel atau dapat disembuhkan dengan cara rutin menggosok gigi dengan baik dan benar.

Gejala gingivitis umumnya berupa gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau makan makanan bertekstur keras.

Bila gingivitis tersebut tidak diobati, maka bakteri penyebab penyakit gusi akan menyebar ke jaringan dan tulang yang mendukung gigi.

  Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Seperti di Alami Hayley Williams

Kondisi ini dikenal sebagai periodontitis atau penyakit periodontal.

Gejala penyakit gusi lanjutan atau periodontitis meliputi:

  1. Bau mulut (halitosis)
  2. Rasa tidak enak di mulut
  3. Gigi renggang yang membuat sulit makan
  4. Abses gusi atau tumpukan nanah yang muncul di bawah gusi atau gigi

Pada kasus tertentu, gejala penyakit gusi yang dibiarkan akan bertambah parah, menjadi gingivitis ulseratif akut nekrosis (ANUG).

Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang tidak pernah menggosok gigi dan mengabaikan pola hidup sehat.

Gejala penyakit gusi ANUG biasanya lebih parah daripada gejala penyakit gusi lainnya, di antaranya:

  1. Gusi berdarah
  2. Ulkus atau luka yang menimbulkan sakit berkepanjangan
  3. Gusi surut hingga menyebabkan gigi terlihat lebih panjang dari sebelumnya
  4. Bau mulut
  5. Rasa logam di mulut
  6. Air liur berlebih
  7. Sulit menelan atau berbicara
  8. Demam

Cara mendiagnosis penyakit gusi

Saat Anda mulai menyadari gejala penyakit gusi, segera periksakan gigi dan gusi Anda ke dokter.

Selama pemeriksaan gigi, doker gigi biasanya akan menilai gejala penyakit gusi dengan melihat:

  1. Tingkat perdarahan dan pembengkakan gusi
  2. Jarak atau ruang (kantong) antara gusi dan gigi. Gusi yang sehat memiliki kantong berukurang 1 sampai 3 milimeter (mm). Semakin besar dan semakin dalam kantong gusi, semakin banyak pula plak yang akan masuk dan memperparah penyakit gusinya
  3. Tingkat kelurusan pertumbuhan gigi
  4. Kesehatan tulang rahang, untuk membantu mendeteksi kerusakan tulang di sekitar gigi

Kunci utama untuk mengatasi gejala penyakit gusi adalah dengan rutin menyikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

Selain itu, pastikan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi kepercayaan Anda untuk membantu mencegah perkembangan penyakit gigi dan mulut.

Tags: